Cetak Trainer Ideologis di Era Digital, PMII Komisariat Imam Puro dan STAINU Purworejo Sukses Gelar Sekolah Aswaja 2026
PURWOREJO — Menghadapi tantangan era digital, Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro bekerja sama dengan
STAINU Purworejo resmi membuka kegiatan Sekolah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)
tahun 2026 pada Jumat (15/5/2026).
Foto Bersama
Mengusung tema strategis "Infiltrasi Ideologi dan
Transformasi Mahasiswa menjadi Trainer Aswaja di Era Digital", agenda ini
dirancang khusus untuk mencetak kader pendidik yang tidak hanya paham secara
tekstual, tetapi juga cakap dalam mentransfer nilai-nilai Aswaja. Prosesi
pembukaan dilaporkan berjalan lancar dan penuh khidmat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan kampus,
di antaranya Ketua PCNU Purworejo Bapak K. Muhammad Haekal, S.Pd.I., Ketua PC
PMII Purworejo Sahabat Fathurohman, dan Ketua MABINKOM PMII Imam Puro Dr. M.
Ridho Muttaqin, M.Pd. Dari pihak rektorat, hadir Wakil Ketua 3 STAINU Purworejo
Nurjannah, S.Sos.I., M.Pd. yang sekaligus mewakili Ketua STAINU, serta Wakil
Ketua 1 STAINU Purworejo Dr. Aniqoh, Lc., M.Th.I. Turut hadir pula Ketua Ormawa
STAINU Purworejo dan 10 mahasiswa peserta inti Sekolah Aswaja.
Ketua Komisariat PMII Imam Puro, Sahabat Imam Fari Fattahul
Haqi Sasongko, dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi kegiatan ini adalah
aksi nyata pasca-pelatihan.
"Kegiatan Sekolah Aswaja ini merupakan hasil dari diskusi kami di komisariat. Bahwa mahasiswa NU itu seharusnya tidak hanya mampu memahami pemikiran-pemikiran Aswaja, namun juga mampu menjadi inspirator dan mentransfer ideologinya, baik kepada adik-adik di tingkat pelajar maupun kepada masyarakat umum," tegas Imam.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi penuh dari Pengurus
Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo. Bapak K. Muhammad Haekal, S.Pd.I. menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi rahim lahirnya penggerak baru.
![]() |
| Sambutan Ketua PCNU Purworejo |
"Kami mengapresiasi atas terselenggaranya Sekolah Aswaja ini. Semoga kelak lahir kader-kader militan Aswaja di dunia pendidikan," ungkapnya.
Dukungan serupa juga datang dari pihak kampus. Mewakili Ketua STAINU, Ibu Nurjannah, S.Sos.I., M.Pd. menyoroti urgensi perlindungan ideologi bagi calon tenaga pendidik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi landasan fundamental agar para mahasiswa calon pendidik tidak terkontaminasi oleh aliran atau paham yang melenceng.
Momen Sekolah Aswaja 2026 ini juga menjadi catatan sejarah
tersendiri bagi pergerakan mahasiswa di Purworejo. Ketua PC PMII Purworejo, Sahabat
Fathurohman, mengungkapkan bahwa kegiatan dengan skala dan kedalaman materi
seperti ini telah lama vakum.
"Sekolah Aswaja ini terakhir diselenggarakan pada tahun 2015 di ranah Pengurus Cabang. Hari ini, baru terselenggarakan lagi setelah lebih dari satu dekade, dan ini luar biasanya diinisiasi di ranah komisariat," ujarnya bangga.

Sambutan Ketua MABINKOM PMII Imam Puro
Berbeda dengan kurikulum standar, Sekolah Aswaja Imam Puro
tahun ini memiliki proyeksi output yang jauh lebih terukur. Hal ini
dikonfirmasi oleh Ketua MABINKOM PMII Imam Puro, Dr. M. Ridho Muttaqin, M. Pd.
"Sekolah Aswaja ini tidak seperti di tempat lain, karena di Imam Puro ini pesertanya sudah ditargetkan untuk menjadi trainer leadership Aswaja. Oleh karena itu, ada tambahan materi pendukung yang esensial, seperti public speaking dan microteaching," jelasnya.
Dengan dibukanya forum ini, ke-10 peserta yang terpilih
diharapkan dapat memaksimalkan setiap materi untuk kelak menjadi garda terdepan
dalam membentengi dan mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah
di tengah derasnya arus informasi era digital.
Foto Bersama
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar