PURWOREJO – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menyelenggarakan Kongres Mahasiswa Ke-XVI dan Pemilihan Raya (Pemira) Tahun 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai ini menjadi momentum penting dalam memperkuat demokrasi kampus sekaligus mendorong regenerasi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan.
Mengusung tema “Meneguhkan Demokrasi Kampus, Mewujudkan Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas dan Progresif”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAINU Purworejo sebagai bagian dari proses demokrasi dan penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta sambutan dari Ketua Panitia, Ketua DEMA, dan Ketua STAINU Purworejo.
Dalam sambutannya, Ketua STAINU Purworejo, Bapak Mustadin Taggala S Psi. M. si. , menegaskan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter dan kepemimpinan. “Saya meyakini bahwa setiap orang yang berorganisasi akan sukses di masa depan. Jika tidak sukses, berarti ada yang salah dalam cara ia berorganisasi. Hal ini dikarenakan organisasi membentuk mental dan kemampuan adaptasi, sehingga ketika terjun ke masyarakat, anggota organisasi akan lebih mudah membaur dan diterima,” tegasnya. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pengalaman berorganisasi memberikan bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan di tengah masyarakat.
Kongres Mahasiswa Ke-XVI menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan arah kebijakan kemahasiswaan, serta membangun kesepahaman bersama dalam mewujudkan organisasi mahasiswa yang lebih aktif, demokratis, dan bertanggung jawab.
Agenda persidangan meliputi Sidang Pleno I mengenai tata tertib persidangan, Sidang Pleno II tentang laporan pertanggungjawaban kepengurusan, Sidang Pleno III melalui pembahasan komisi, serta Sidang Pleno IV yang membahas tata tertib pelaksanaan pemilihan raya mahasiswa.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Pemilihan Raya Mahasiswa yang menjadi bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan STAINU Purworejo. Melalui mekanisme pemilihan yang telah ditetapkan dalam forum kongres, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi pada periode berikutnya.
Pelaksanaan kongres dan pemilihan raya ini juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi mahasiswa. Tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif dalam menumbuhkan sikap kritis, kemampuan bermusyawarah, menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tanggung jawab.
Dari sisi kelembagaan, STAINU Purworejo memandang kegiatan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Organisasi mahasiswa diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang melahirkan generasi intelektual dengan integritas, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Melalui penyelenggaraan Kongres Mahasiswa Ke-XVI dan Pemilihan Raya Tahun 2026, STAINU Purworejo berharap semangat demokrasi dan kebersamaan di lingkungan mahasiswa semakin kuat. Regenerasi kepemimpinan yang berlangsung diharapkan dapat menghadirkan pengurus organisasi mahasiswa yang inovatif, progresif, aspiratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.
STAINU Purworejo terus mendorong tumbuhnya budaya demokrasi kampus yang sehat sebagai bagian dari komitmen membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas.
Az Zahra Aulia



Tidak ada komentar:
Posting Komentar